Kamis, 26 Desember 2013


SISTEM ORGAN PADA MANUSIA
Description: Gambar 3.9 Berbagai tingkat organisasi pada hewan
Tubuh kita terdiri atas berbagai mcam bagian-bagian yang mempunyai fungsi dan tugas berbeda-beda antara lain mulut, hidung, kulit, yang merupakan bagian luar, sdangkan bagian dalam yaitu jantung , paru-paru, hati, ginjal, dan lain-lain. Semua bagian tersebut dinamakan organ. Ika dilihat dari hirarkinya organ merupakan kumpulan dari berbagai jaringan, antara lain jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan saraf. Jaringan-jarringan tersebut bekerjasama dalam rangka menjelaskan fungsi usus sebagai alat penyerapan.          
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSgPZgIUQKDRmW3FAOwd_TQkjulpTZTHHTg9oR9fl-ZWbBejB-wEy00bJ9hmXOab5Kb-O1_z9wfhdkluzRAcCVbkEEaipk__tzQsLcPsTUjMriPwIeG9TH6UEczmITHUDzGeinNNUPhGsw/s1600/organ-tubuh-manusia-450.jpgDi dalam tubuh kita terdapat proses metabolisme, proses tersebut berlangsung terkoordini dan dilakukan oleh serangkaian organ-organ tubuh. Misalnya, saat anda melakukan aktivitas makan. Proses inilah yang disebut sistem organ, yaitu kumpulan dari beberapa organ yang bekerjasama untuk melakukan suatu fungsi tertentu, sistem otgan selanjutnya membentuk individu.

Beberapa sistem ogan dalam tubuh manusia antara lain :
1.      Sistem Ekskresi
Sistem ekskresi berfungsi untuk memindahkan hasil metabolisme yang sudah tidak diperlukan ke luar tubuh sehingga sel-sel tubuh dapat menjaga keseimbangannya terhadap lingkungan. Terdiri atas ginjal, paru-paru (karbon dioksida), hati (racun) dan kulit (keringat).
2.      Sistem Pernapasan / Sistem Pernafasan
Description: Gambar 3.10 Sistem organ pernapasanSistem pernapasan adalah sistem yang memiliki fungsi untuk mengambil oksigen, menyediakan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida ke luar tubuh. Terdiri dari hidung, faring, laring, trakea / trakhea, bronki dan paru-paru.

3.      Sistem Pencernaan
Sistem perncernaan adalah sistem yang berfungsi untuk melakukan proses makanan sehingga dapat diserap dan digunakan oleh sel-sel tubuh secara fisika maupun secara kimia. Terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, rektum, hati dan pankreas.
4.      Sistem Peredaran / Transportasi
Sistem peredaran atau sistem transportasi adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menjaga tubuh dari penyakit, menyebar sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh serta mengangkut zat-zat sisa ke luar tubuh. Terdiri atas jantung, pembuluh arteri, pembuluh vena, pembuluh kapiler, pembuluh getah bening (limfatik) dan kelenjar limfe.
5.      Sistem Reproduksi
Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang biak. Terdiri dari testis, ovarium dan bagian alat kelamin lainnya.
6.      Sistem Otot
Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fugnsi seperti untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh. Terdiri atas otot polos, otot jantung dan otot rangka.
7.      Sistem Syaraf/ Sistem Saraf
Sistem saraf adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menerima dan merespon rangsangan. Terdiri dari otak, saraf tulang belakang, simpul-simpul syaraf dan serabut syaraf.
8.      Sistem Endoktrin
Sistem endoktrin adalah sistem yang berfungsi untuk memproduksi hormon yang mengatur aktivitas tubuh. Terdiri atas kelenjar tiroid, kelenjar hipofisa/putuitari, kelenjar pankreas, kelenjar kelamin, kelenjar suprarenal, kelenjar paratiroid dan kelenjar buntu.
9.      Sistem Rangka
Sistem adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang angota badan atas dan bawah.

SISTEM ORGAN PADA TUMBUHAN
Pada dasarnya tumbuhan tersusun atas tiga organ pokok, yakni akar (radiks), batang (caulis), dan daun (folium). Tumbuhan yang mempunyai tiga organ pokok tersebut digolongkan sebagai tumbuhan cormofita. Sedangkan bagian lain dari tumbuhan dianggap sebagai turunan (derivat) dari salah satu atau dua bagian pokok tersebut yang telah mengalami perubahan bentuk, sifat, dan fungsi.
1.      Akar (Radiks)
Akar merupakan bagian bawah sumbu tumbuhan dan biasanya tumbuh di dalam tanah (namun ada pula yang di udara misalnya pada anggrek epifit), dengan arah tumbuh ke pusat bumi atau menuju ke air dan meninggalkan cahaya. Berbeda dengan batang, maka akar tidak berbuku, tidak beruas, dan tidak mendukung daun atau bagian-bagian lainnya. Akar tumbuh terus pada ujungnya, bentuknya sering kali meruncing dan warnanya biasanya keputihan atau kekuningan.
Akar dengan percabangan berfungsi untuk memperkuat berdirinya tumbuhan, menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut di dalam air tadi dari dalam tanah.
Bentuk dan struktur akar sangat beragam. Keanekaragaman akar ini bertalian dengan fungsinya, misalnya sebagai akar nafas, sebagai akar penyimpan cadangan makanan, sebagai akar pelekat, sebagai akar penghisab, sebagai akar penopang, dan sebagainya.
Pada umumnya akar dapat dibedakan bagian-bagian berikut.
a.       Leher akar atau pangkal akar
b.      Ujung akar
c.       Batang akar
d.      Akar lateral
e.       Serabut akar
f.       Rambut-rambut akar
g.      Tudung akar
Sebagai sumbu tumbuhan di dalam tanah, seperti halnya batang (sumbu di atas tanah), akar akan tumbuh memanjang secara terus-menerus sebagai akibat pertumbuhan ujungnya.
Pada tumbuhan ada dua macam sistem perakaran, yaitu:
1)      Sistem perakaran tunggang
Terjadi bila akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok kemudian disebut akar tunggang. Umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil dan tumbuhan biji telanjang.
2)      Sistem perakaran serabut
Terjadi bila akar lembaga dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh perkembangannya sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya berasal dari pangkal batang. Akar-akar ini karena bukan berasal dari calon akar yang asli disebut akar linear, bentuknya seperti serabut, oleh karena itu disebut akar serabut. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang tergolong monokotil.
Akar dapat pula berubah bentuk karena fungsinya berbeda dengan fungsi asal. Hal ini dapat disebabkan oleh karena penyesuaian cara hidupnya dengan keadaan-keadaan tertentu. Pada berbagai jenis tumbuhan kita dapati akar-akar yang mempunyai tugas khusus, misalnya:
Akar udara atau akar gantung misalnya pada Beringin (Ficus Benjamin L.), akar penggerak atau penghisap misalnya pada Benalu (Loranthus), akar pelekat misalnya pada Lada (Piper Nigrum L.), akar pembelit misalnya pada Panili (Avecennia), akar tunjang misalnya pada pohon Pandang (Pandanus Tectorius Sol., dan Rhizphora Apiculata L.), akar lutut misalnya pada pohon Tancong (Bruguiera Parviflora W.et A), akar banir misalnya pada pohon Sukun (Artocarpus Communis G. Forst), dan pohon Kenari (Canarium Commune L.).
2.      Batang (Caulis)
Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting dan mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Batang sebagian besar terletak di atas tanah.
Description: Jaringan BatangBatang merupakan bagian sistem pucuk yang tumbuh di atas tanah. Sistem pucuk yang khas terdiri dari sebuah batang utama yang menyangga daun, batang, dan kadang-kadang bunga. Istilah pucuk di sini adalah istilah kolektif bagi batang dan perdaunan.
Batang selalu berujung pada kuncup yang tersusun atas sejumlah daun kecil yang mengelilingi dan menyelubungi bagian pusat kuncup itu dan yang disebut ujung batang. Batang pada umumnya berbentuk panjang, bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain. Pada tumbuhan berkeping biji dua, batang yang di bagian bawahnya lebih besar dan ke ujung makin mengecil, dan dapat mempunyai percabangan atau tidak. Tumbuhan berkeping biji tunggal sebaliknya mempunyai batang yang dari pangkal ujung boleh dikatakan tidak ada perbedaan besarnya dan hanya pada beberapa golongan saja yang pangkalnya tampak membesar tetapi selanjutnya ke atas sama, seperti terlihat pada bermacam-macam palma (palmae).

Berdasarkan panjang pendeknya batang dibedakan batang yang amat pendek dan batang yang panjang (jelas sekali berbatang). Tumbuhan yang mempunyai batang sangat pendek, semua daun-daunnya seakan-akan keluar dari bagian atas akarnya dan tersusun sangat rapat satu sama lain merupakan suatu roset (misalnya seperti pada tanaman lobak atau sawi).
3.      Daun (Folium)
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dan cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasak kebutuhan energinya sendiri melalui konversi cahaya menjadi kimia.
Bentuk daun sangat beragam, namun biasanya berupa helaian, bisa tipis atau tebal. Gambaran-gambaran dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. Bentuk dasar daun membulat dengan variasi cuping menjadi atau menjadi elips memanjang. Bentuk  ekstremnya bisa meruncing panjang.
Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus) dan berakibat daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetis. Daun tumbuhan sekulen/xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air.
Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Klorofil adalah semua pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam fotosintetis. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain, misalnya koroten (jingga), xantofil (kuning), antosianin (merah, biru, atau ungu tergantung derajat keasaman). Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah menjadi kuning atau merah (dapat dilihat pada daun yang gugur)
Fungsi daun               
Tempat terjadinya fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil, terjadi fotosintesis di jaringan parenkim palisade/tumbuhan monokotil terjadi pada jaringan spons. Sebagai organ pernafasan. Di daun terdapat stomata yang berfungsi sebagai organ respirasi. Tempat terjadinya transpirasi. Tempat terjadinya gutasi. Alat perkembangbiakan vegetatif (pada tanaman cocor bebek, melalui tunas daun).
Description: anatomi-daun
Anatomi daun
·         Epidermis terbagi atas epidermis atas dan bawah. Berfungsi melindungi jaringan di bawahnya.
·         Jaringan palisade atau jaringan tiang adalah yang berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis.
·         Jaringan spons/bunga karang yang berongga. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
·         Berkas pembuluh angkut yang terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis.
·         Stoma (jamak stomata) berfungsi sebagai organ respirasi.
1)      Daun tunggal
Daun tunggal adalah daun yang hanya mempunyai satu helai daun. Bilamana terdapat lebih dari satu helai daun disebut daun majemuk. Daun yang lengkap mempunyai bagian-bagian pelepah daun, tangkai daun, dan helaian daun, sedangkan daun yang tidak lengkap bila tidak mempunyai satu atau dua bagian tersebut.
a.       Pelepah/upih daun
Merupakan bagian daun yang melekat atau memeluk batang, juga mempunyai fungsi sebagai pelindung kuncup yang masih muda (misalnya pada tumbuhan tebu) dan memberi kekuatan pada batang tanaman (misalnya pada pisang).
b.      Tangkai daun
Merupakan bagian daun yang mendukung helaian dan berfungsi untuk menempatkan helaian daun pada posisi sedemikian rupa sehingga dapat memperoleh cahaya matahari sebanyak-banyaknya.
c.       Helaian daun
Merupakan bagian daun yang terpenting dan lekas menarik perhatian, maka suatu sifat yang sesungguhnya hanya berlaku untuk helaiannya, disebut sebagai sifat daunnya.
d.      Ujung dan pangkal daun
Bentuk daun yang sering dijumpai pada tumbuhan antara lain runcing, meruncing, tumpul, membulat, rompang, terbelah, dan berduri. Apa yang diuraikan pada ujung daun dapat pula diberlakukan untuk pangkal daun. Selain itu ada pula kalanya, bahwa kedua tepi daun di kanan kiri pangkal daun bertemu dan berlekatan satu sama lain.
e.       Susunan tulang daun dan tepi daun
Berdasarkan susunan tulangnya, susunan tulang dan daun dibedakan menjadi tulang menyirip, menjari, melengkung, dan sejajar. Tulang daun berfungsi untuk memberi kekuatan pada daun sebagai jalan untuk mengangkut zat-zat makanan.
Tepi daun dibedakan menjadi tepi daun yang rata dan yang bertoreh (bersinus). Tepi daun bertoreh ada yang torehannya dangkal dan ada yang torehannya dalam. Toreh-toreh yang besar dan dalam akan mempengaruhi bentuk daun, sehingga bentuk asli tidak nampak lagi. Toreh yang dalam biasanya terdapat di antara tulang-tulang dan yang besar, adakalanya di antara toreh-toreh yang besar itu dapat bertoreh lagi.
2)      Daun majemuk
Daun majemuk adalah daun yang mempunyai tangkai yang bercabang-cabang dan baru pada cabang tangkai ini terdapat helaian daunnya, sehingga pada satu tangkai terdapat lebih dari satu helaian daun.
Pada daun majemuk dapat dibedakan bagian-bagian ibu tangkai daun, tangkai anak daun, dan anak daun. Bagian ibu tangkai daun di atas anak daun terendah disebut rakis. Pada daun majemuk bertingkat lebih tinggi di temukan rakis sekunder, rakis tersier, dan seterusnya. Tergantung jenis tumbuhannya, pada daun majemuk ditemukan pelepah daun (misal, pada daun pinang).
3)      Bunga
Bunga merupakan alat reproduksi angiospermae. Bunga dibentuk oleh meristem ujung khusus yang berkembang dari ujung pucuk vegetatif setelah dirangsang oleh faktor-faktor internal dan eksternal untuk keperluan itu.
Bunga yang mempunyai organ kelopak, mahkota, stamen, dan putik disebut bunga lengkap. Namun kebanyakan bunga mempunyai struktur tidak lengkap, misalnya tidak mempunyai salah satu alat kelamin atau keduanya. Bila hanya memiliki alat kelamin jantan saja disebut bunga jantan, dan sebaliknya bila hanya memiliki putik saja disebut bunga betina. Bila kedua macam bunga uniseksual itu terdapat pada satu tumbuhan maka disebut berumah satu bila terpisah disebut berumah dua. Tumbuhan yang mempunyai bunga sempurna (biseksualis), bunga jantan dan bunga betina disebut poligam.
Sistem organ reproduktif berbeda dengan sistem pucuk vegetatif, karena bunga tidak mempunyai kuncup pada ketiak organ-organnya, bukunya pendek sehingga jarak vertikal antara organnya sangat pendek, dan pertumbuhannya terbatas. Jumlah bunga pada suatu tumbuhan ada yang berbunga tunggal (misalnya Zephyranthus rosea Lindl) dan ada yang berbunga banyak. Menurut letaknya, bunga ada yang di ujung cabang atau ada yang di ketiak daun. Bunga yang jumlahnya banyak pada suatu tumbuhan dapat terpencar terpisah-pisah atau berkumpul membentuk rangkaian dengan susunan yang beraneka ragam, yang disebut bunga majemuk (infloresensi).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar